Suplement

Apakah Anakmu Butuh Vitamin Anak

Apakah Anakmu Butuh Vitamin Anak? Pertanyaan ini sering bikin orang tua bingung di seluruh dunia. Sayangnya, nggak ada jawaban yang benar-benar simpel. Akademi Dokter Anak Amerika (AAP) bilang kalau pola makan yang mengikuti Food Guide Pyramid sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin anak. Tapi kenyataannya, banyak faktor lain yang mempengaruhi, seperti kebiasaan makan anak, kualitas makanan yang dikonsumsi, dan sebagainya.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas makanan saat ini sudah menurun. Makanan yang benar-benar bagus sekarang adalah makanan organik. Coba lihat fakta ini: kandungan kalsium dalam brokoli turun 50%, zat besi dalam selada air turun 88%, dan vitamin C dalam kembang kol berkurang 40%. Jadi, meskipun kamu nggak kasih anakmu makanan olahan yang penuh gula, lemak, dan karbohidrat, tetap nggak ada jaminan kalau dia sudah mendapatkan semua vitamin yang dibutuhkannya setiap hari.

Perlukah Suplemen Vitamin untuk Anak?

Para ahli masih berbeda pendapat soal ini. AAP menyarankan untuk memberikan suplemen vitamin anak hanya jika direkomendasikan oleh dokter anak. Alasannya, banyak makanan sekarang sudah diperkaya dengan vitamin tambahan. Tapi, AAP juga mengakui bahwa memberi suplemen vitamin anak setiap hari nggak akan membahayakan selama dosisnya tidak melebihi jumlah harian yang direkomendasikan.

Suplemen vitamin bisa membantu mengisi kekurangan nutrisi dan juga bermanfaat untuk anak-anak yang alergi atau sensitif terhadap makanan tertentu. Tapi ingat, vitamin anak bukan pengganti makanan bergizi, melainkan hanya sebagai pelengkap. Kalau anakmu makannya kurang baik, selain memberinya suplemen vitamin, kamu juga harus memperbaiki pola makannya supaya lebih sehat dan seimbang.

Oh iya, ada satu alasan lagi kenapa pola makan anak perlu diperhatikan. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan dan perilaku saling berhubungan. Misalnya, sebuah sekolah di Amerika mengganti mesin minuman ringan dengan dispenser air dan mulai menyajikan sayuran segar, buah, roti gandum, serta salad bar sebagai pengganti hamburger dan kentang goreng. Hasilnya? Sekolah jadi lebih tertib, nggak ada lagi polisi yang berjaga di koridor, nggak ada vandalisme, dan nggak ada sampah berserakan.

Pilih Vitamin Anak yang Berbasis Makanan

Sekarang pertanyaannya, vitamin anak seperti apa yang sebaiknya diberikan? Sebaiknya pilih vitamin yang berbasis makanan alami. Vitamin sintetis sebaiknya dihindari karena banyak dokter dan ilmuwan sekarang lebih merekomendasikan vitamin alami.

Salah satu jenis suplemen yang bisa dipilih adalah *glyconutritionals*. Ini adalah suplemen makanan yang mengandung sakarida dan nutrisi lain yang penting bagi tubuh. Glyconutritional ini dibuat dari buah dan sayuran, mengandung vitamin dan mineral esensial, serta membantu memperkuat sistem imun tubuh.

Sakarida dalam *glyconutritionals* berperan penting dalam komunikasi antar sel tubuh, menjaga fungsi kelenjar dan organ agar bekerja optimal, serta memperkuat sistem imun dan sistem hormon tubuh.

Vitamin Anak Sekarang Lebih Menyenangkan!

Khawatir anak susah minum vitamin? Tenang aja! Sekarang vitamin anak hadir dalam bentuk tablet kunyah yang berwarna-warni dan punya rasa enak. Anak-anak pasti lebih suka mengonsumsinya, sama seperti mereka suka permen dan camilan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *