Diabetes: Pandemi Senilai 132 Miliar Dolar
Diabetes: Pandemi Senilai 132 Miliar Dolar – Tahukah kamu, nggak setiap hari seseorang bisa mengumumkan perubahan besar dalam dunia medis, apalagi soal diabetes.
Nggak tahu apa itu perubahan paradigma? Oke, kalau aku sebut nama-nama seperti Gutenberg, Copernicus, Isaac Newton, Albert Einstein, Louis Pasteur, dan Werner von Braun, mungkin kamu bisa menebak. Perubahan paradigma itu artinya pergeseran besar dalam cara berpikir.
Di tahun 1960-an, Thomas Kuhn menulis buku terkenal *The Structure of Scientific Revolutions*. Dia menghancurkan anggapan umum bahwa perkembangan ilmu pengetahuan terjadi secara perlahan, sedikit demi sedikit.
Menurut Kuhn, kemajuan sains justru terjadi dalam loncatan besar. Dan hampir selalu, loncatan ini menghadapi perlawanan dari “generasi lama”—para ilmuwan atau pihak yang sudah nyaman dengan teori lama. Mereka berusaha mati-matian mempertahankan pendapatnya, terutama karena status atau keuntungan finansial yang mereka miliki.
Tapi, generasi baru—para penemu, inovator, dan pelopor—terus maju dengan penemuan baru mereka. Biasanya, generasi lama nggak akan berubah pikiran. Mereka hanya akan menghilang seiring waktu, dan ide baru akhirnya menang dengan sendirinya.
Diabetes: Pandemi Senilai 132 Miliar Dolar
Diabetes sedang mengalami perubahan paradigma besar.
Saat ini, lebih dari 18 juta orang Amerika terkena diabetes. Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan tahun 1991!
Menurut CDC, 1 dari 3 orang Amerika akan terkena diabetes dalam hidup mereka. Bayangkan… 1 dari 3 orang!
Saat ini, lebih dari 40 juta orang di Amerika masuk kategori “pra-diabetes”—artinya kadar gula darah mereka sudah di atas normal, tapi belum mencapai level diabetes tipe 2.
Dengan angka sebesar ini, diabetes bukan lagi sekadar wabah (epidemi), tapi sudah masuk kategori pandemi. Dan biaya yang dikeluarkan untuk menangani ini mencapai 132 miliar dolar.
Diabetes: Cermin Gaya Hidup Kita
Gaya hidup kita saat ini benar-benar nggak sehat. Makanan cepat saji, kurang gerak, dan kebiasaan ingin sesuatu yang serba instan membuat kondisi semakin buruk.
Lebih dari separuh orang Amerika kelebihan berat badan. Mereka jarang olahraga. Semua ini mempengaruhi kadar gula darah. Bisa dibilang, diabetes itu penyakit gaya hidup… dan gaya hidup kita benar-benar buruk.
Diabetes: Kabar Baiknya…
Tapi ada kabar baik. Diabetes bisa dikendalikan.
Penemuan baru bernama glyconutrition sedang mengguncang dunia medis. Ada empat pemenang Nobel dan penelitian dari MIT yang menunjukkan bahwa glycobiology adalah salah satu dari 10 penemuan besar yang akan mengubah dunia.
Glyconutrition bukan sekadar pengobatan baru untuk diabetes. Banyak yang mulai berani menyebutnya sebagai langkah kemenangan melawan diabetes.
Apakah benar? Waktu yang akan membuktikan.
Tapi satu hal pasti: glyconutrition sangat penting untuk komunikasi sel tubuh yang sehat dan berperan besar dalam sistem kekebalan tubuh. Itu sudah terbukti secara ilmiah.
Diabetes: Masalahnya Bukan Ilmu Pengetahuan, Tapi Bisnis!
Diabetes adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun kita sendiri yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Hasilnya? Ya, diabetes!
Tapi masalahnya bukan soal glyconutrition itu benar-benar efektif atau tidak. Bukti ilmiah dan pengalaman di lapangan sudah banyak yang membuktikan manfaatnya.
Masalahnya adalah… bisnis besar di balik diabetes.
Persis seperti yang dijelaskan oleh Thomas Kuhn, “generasi lama”—dalam hal ini industri medis dan farmasi—tidak bisa menerima fakta ini. Nutrisi untuk mengobati diabetes? Nggak masuk akal!
Mereka tidak akan terang-terangan menolak. Mereka hanya akan mengabaikan penemuan ini. Kenapa? Karena kalau glyconutrition terbukti efektif, industri farmasi bisa kehilangan miliaran dolar pendapatan!
Saat ini, penanganan diabetes menghabiskan 132 miliar dolar per tahun. Bayangkan kalau ada solusi murah yang bisa mengatasi penyakit ini… berapa banyak uang yang akan hilang dari industri farmasi?
Penelitian Sudah Ada, Tapi…
Sebuah penelitian dari *Proceedings of the Fisher Institute for Medical Research* tahun 1997 menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 1 yang diberi glyconutrition mengalami peningkatan kesehatan yang signifikan:
✅ Penglihatan membaik
✅ Luka lebih cepat sembuh
✅ Lebih sedikit infeksi
✅ Tekanan darah lebih stabil
Selain itu, penelitian dari Harvard University (1995) menunjukkan bahwa mannose (salah satu glyconutrient) bisa membantu produksi insulin di pankreas. Ini berarti penderita diabetes bisa mengurangi kebutuhan insulin.
Tapi, sayangnya, industri farmasi dan medis tetap menolak memberi glyconutrition tempat yang layak dalam dunia kesehatan.
Siapa yang Akan Menang?
Saat ini, 1 dari 3 orang Amerika terkena dampak diabetes. Dan pandemi ini terus berkembang.
Aku berharap perubahan paradigma ini bisa diterima lebih cepat. Tapi melihat kepentingan bisnis di industri farmasi dan pola pikir lama dalam dunia medis, mungkin kita masih harus menunggu lebih lama.
Seperti yang dijelaskan Thomas Kuhn, generasi lama tidak akan berubah. Mereka hanya akan hilang seiring waktu, dan ide baru akan menang dengan sendirinya.
Saat itu terjadi, mungkin diabetes akhirnya bisa benar-benar dikendalikan.